Monday, November 26, 2012

Manga (komik) Sejarah Kristen



Judul: Sejarah Kristen dari Janji Keselamatan Hingga Runtuhnya Bizantium
Penulis: Masakazu Higuchi dan Satoshi Nakamura
 Penerbit: BPK Gunung Mulia
Kategori buku: Sejarah Kekristenan/komik

Sejarah…kata ini saja buat banyak orang telah menimbulkan keengganan. Sejarah bagaikan hal yang telah lalu dan tidak perlu lagi dikotak-katik. Namun sejarah sebenarnya yang dapat mengajarkan kita pada saaat ini hal-hal yang penting, sejarah juga yang dapat mengajarkan kita untuk menyongsong masa depan. Ada pepatah, “kesalahan terbesar manusia adalah mereka tidak pernah belajar dari sejarah.” Ada baiknya kita menghindari kesalahan itu.

Terlepas dari pentingnya sejarah, untuk mempelajari sejarah memang bukanlah hal yang menyenangkan, penuh dengan nama-nama yang tidak pernah kita kenal, tanggal dan tahun yang memusingkan serta kejadian-kejadian yang kadangkala membuat kita bingung. Nah, buku ini menjadi alternatif yang bagus bagi mereka yang mau untuk mulai belajar sejarah kekristenan. Buku ini menjadi pengantar yang baik dan mudah dicerna.

Masakazu Higuchi (sutradara animasi dan penulis komik) dan  Satoshi Nakamura (pendeta di Niigata Bible Church) sebagai penulis dan pengilustrasi buku ini telah memilih beberapa kisah untuk diceritakan secara detail dari sederetan kisah dan tokoh dalam sejarah kekristenan. Dimulai dari janji Tuhan dalam Perjanjian Lama kemudian segera disusul dengan penggenapan janji keselamatan itu dalam Yesus Kristus dan zaman Perjanjian Baru setelah itu bergerak terus hingga abad pertengahan (tahun 1500 M).

Garis besarnya sebagai berikut:
 Janji keselamatan Tuhan dalam Perjanjian Lama
Tahun 1 -70 Masehi
-      Penggenapan janji keselamatan dalam Yesus Kristus hingga ke Perjanjian Baru dan gereja mula-mula.
-          Penganiayaan oleh Kaisar Nero (Romawi)
Tahun 70-312 M (masa martir)
-          Jatuhnya/penghancuran kota Yerusalam
-          Policarpus sebagai Martir
Tahun 313-430 M (masa kekristenan diterima negara)
-          Pertobatan Konstantin
-          Pemisahan gereja timur dan barat
-          Agustinus
Tahun 375-1094 (masa pertengahan, Romawi jatuh dan kerajaan-kerajaan Eropa bermunculan)
-          Benediktus
-          Eropa abad pertengahan (Kaisar Karel Agung)
-          Perang salib
Tahun 1182-1453 (masa pra-reformasi)
-          Fransiskus dari Asisi
-          Jan Hus
-          Runtuhnya Romawi Timur

Saat kita membaca buku manga ini (buku komik/bergambar) kita akan mendapatkan pengantar yang baik untuk mengerti sejarah gereja dan mendapatkan banyak cerita yang luar biasa tentang tokoh-tokoh gereja yang dipakai oleh Tuhan dalam menjalankan rencana dan kehendaknya di sepanjang sejarah gereja. Sekaligus kita juga akan belajar betapa dosa seringkali juga berhasil membuat umat percaya jatuh dalam kesalahan-kesalahan yang sama jeleknya dengan orang-orang yang belum mengenal Tuhan.

Jadi buanglah jauh-jauh dari pikiran bahwa komik sejarah ini hanya pantas untuk anak-anak, ini layak dibaca oleh pemuda dan dewasa. Di Jepang komik menjadi bahan bacaan bagi semua lapis usia, yang membedakan tentu saja bobot isi dari komik itu. Komik sejarah Kristen ini dapat dibaca bersama-sama di keluarga, dan dapat menjadi sarana untuk mempererat hubungan serta diskusi tentang sejarah kekristenan. Ya History (sejarah) adalah His Story (kisah-Nya).

Wednesday, November 7, 2012

Skandal Hati Nurani Kaum Injili: mengapa hidup orang-orang Kristen serupa dengan dunia? Bag.2



Judul:
Skandal Hati Nurani Kaum Injili: mengapa hidup orang-orang Kristen serupa dengan dunia?
(The Scandal of the Evangelical Conscience)
Penulis: Ronald J. Sider
Penerbit: Perkantas Jawa Timur, 2007


Pada bagian tengah bukunya dia membahas tentang pesan-pesan di kitab-kitab perjanjian baru dan dia menunjukkan bahwa banyak pesan-pesan khotbah sekarang sudah meleset dari berita inti dalam kitab-kitab perjanjian baru.Menurutnya yang dituntut adalah keselamatan yang mewujudkan diri. Ada dokumen pada pada masa orang Kristen mula-mula yang menunjukkan bahwa pola hidup orang-orang Kristen berbeda dan tidak sama dari pola hidup orang-orang lain. Dituliskan oleh Yustinus Martir,
“Mereka-mereka yang dulunya sangat suka kepada percabulan kini memegang kesucian hidup, …kami yang dulunya sangat suka kepada kelimpahan harta benda dan hak milik sekarang…berbagi dengan setiap orang yang dalam kekurangan; kami yang dulunya saling membenci dan saling membunuh dan tidak pernah ingin bergaul dengan orang-orang yang berbeda suku dengan kami karena kebiasaan yang berbeda, sekarang, sejak kedatangan Kristus, hidup akrab dengan siapa saja dan bahkan berdoa bagi musuh-musuh kami."

Berapa analisa mengapa skandal ini terjadi:
-          Masuknya injil murahan. Lahir baru sebagai sesuatu yang mudah dan menguntungkan.
Iman Kristen sebagai sesuatu yang tidak merugikan, keamanan kekal tanpa sesuatu ditanggalkan, tidak ada tuntutan d masa depan, hanya persetujuan lisan yang sederhana. Tidak bicara tentang perubahan hidup. Mengapa tidak menerima asuransi keselamatan tanpa biaya.
-          Ada beberapa doktrin yang diselewengkan, misalnya tentang doktrin keselamatan. Keselamatan itu penting, hidup benar itu kurang penting/tambahan saja, bisa ada bisa tidak. Padahal pembenaran dan pengudusan kedua-duanya adalah bagian sentral dari pengajaran Alkitab atas injil dan keselamatan.
-          Injil sebagai kabar baik seringkali direduksi menjadi kabar baik bahwa Allah telah menyelamatkanmu dari dosa dan kematian. Tapi sebenarnya injil sebagai kabar baik adalah hubungan manusia dengan Allah yang dipulihkan. Jadi meliputi penyelamatan, tapi juga meliputi perubahan diri menjadi seperti Allah di surga.
-          Keselamatan: bukan sekedar mengakui Yesus dan diselamatkan dari neraka. Digambarkan bahwa perkataan Juru selamat di injil ada 16 kali. Sedangkan kata Tuhan/Tuan/Lord dikenakan sebanyak 420 kali. Artinya keselamatan itu menerima berkat keselamatan dari Juru selamat, sekaligus menuankan/tunduk pada sang Tuan.
-          Manusia: seringkali bagian terpenting manusia dianggap adalah jiwa dan Tuhan selalu berurusan dengan jiwa, sehingga seringkali dalam penginjilan yang disebut adalah mencari dan menyelamatkan/memenangkan jiwa-jiwa yg terhilang. Dalam pemahaman Alkitab, setiap pribadi adalah sebuah persekutuan antara tubuh dan jiwa. Itulah sebabnya injil Yesus tidak hanya menyembuhkan jiwa tapi juga tubuh.
-          Dosa menjadi sesuatu yang jarang lagi disampaikan. Lebih banyak kepada penghiburan, pemulihan, kesembuhan. Dosa juga individu dan sosial/struktural.

Gereja diajak untuk memiliki budaya alternatif, yaitu menolak gelombang relativisme, materialisme dan individualisme.
Gereja diajak: 1. Yesus adalah sumber; 2. Gereja dipanggil menjadi kudus; 3.gereja sebagai komunitas(keluarga) 4.komunitas penanding budaya; 5. Tanggung jawab dan kebersediaaan bersama. 6.dalam Roh kudus dan doa.

Namun tetap ada kabar bahagia bahwa ada kemungkinan kita menjadi umat kudus Allah
-          Kaum injili mencapi angka pemberian tertinggi sebesar 29% bahkan lebih dari kalangan katolik sebesar 22% (ini data, bukan pendiskreditan kepada katolik, harap maklum)
-          Mereka yang memiliki komitmen religious yang tinggi didapati 3x lebih banyak dalam melayani orang-orang kesusahan daripada yang memiliki komitmen religious rendah.
-          Mereka yang terlibat sangat aktif dalam kegiatan gerejawi atau tempat-tempat persekutuan hampir 4x lebih banyak dalam memberi bantuan sukarela dibanding yang tidak aktif.
-          Jumlah orang yang memiliki cara pandang alkitabiah juga cenderung lebih banyak beribadah, baca alkitab, menginjili.
-          Perilaku berbeda yang ditunjukkan oleh orang-orang Kristen yang memiliki cara pandang alkitabiah menggarisbawahi pentingnya teologi.
-          91% orang Kristen lahir baru tidak memiliki cara pandang alkitabiah, namun mereka sebenarnya sangat merindukanadanya pertumbuhan rohani.

Kesimpulan akhir:
Keadaan tidaklah seburuk seperti keadaan awalnya. Iman alkitabiah memberi sebuah pembedaan substansial (meskipun tidak cukup) dalam hidup-hidup orang Kristen yang memiliki komitmen sungguh-sungguh. Dan sesungguhnya hampir semua orang Kristen nominal/orang kristen biasa-biasa nampaknya terbuka terhadap pertumbuhan rohani.

Friday, October 26, 2012

Skandal Hati Nurani Kaum Injili



Judul:
Skandal Hati Nurani Kaum Injili: Mengapa hidup orang-orang Kristen serupa dengan dunia?
(The Scandal of the Evangelical Conscience)
Penulis: Ronald J. Sider
Penerbit: Literatur Perkantas Jawa Timur, 2007


Banyak gereja injili saat ini. Suatu kata yang cukup luas artinya, tapi dapat diringkaskan sebagai gereja yang mempercayai berita Injil / euanggelia.
Sebagian dari kita mempercayai akan pentingnya pertobatan dan “lahir baru”. Dan orang Kristen yang lahir baru diharapkan memiliki gaya hidup yang seperti yesus.
Namun Ron sider menyuguhkan kepada para pembaca cara pandang jujur yang menyakitkan. Terutama dalam kalangan injili/”lahir baru” di Amerika. Orang-orang  Injili ini mengatakan bahwa mereka percaya pada standar-standar moral Alkitab dan pada kuasa Allah untuk mengubahkan hidup, namun jajak pendapat baru-baru ini menunjukkan bahwa banyak dari antara mereka hidup tidak berbeda dengan orang-orang dunia lainnya. Mulai dari uang, seks, rasisme, hingga pemuasan keinginan pribadi/materialisme.

Sebelum memulai dengan hasil jajak pendapat dan statistik, sang penulis menuliskan dalam kata pengantarnya bahwa dengan sedih dia “merelakan” bukunya untuk diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, yang berarti bahwa kebobrokan iman dan hidup dari umat Kristen Injili/lahir baru di amerika menjadi terekspos di Indonesia. Dia berdoa dan berharap agar orang-orang Kristen Indonesia akan menjadi murid-murid Kristus yang lebih setia. Dan juga agar budaya Kristen Indonesia tidak mudah untuk meniru budaya Kristen Amerika tetapi bersungguh-sungguh merenungkan Alkitab dan membiarkan Roh Kudus membimbing sesuai dengan kebenaran Allah dan budaya setempat.

Beberapa hasil jajak pendapat:
Menurut penelitian didapatkan bahwa angka perceraian nasional dengan perceraian di kelompok Kristen mirip. Dikatakan, “dibandingkan dengan sisa penduduk yang lain lain, orang-orang protestan Konservatif lebih cenderung untuk bercerai” dan di beberapa daerah yang mayoritas orang Kristen (setiap minggu ke gereja) ternyata angka perceraian malah di atas rata-rata angka perceraian nasional.

Dalam pemberian persembahan dan perpuluhan, walaupun orang amerika bertambah kaya dari dasawarsa ke dasawarsa namun persembahan orang Kristen hanya berkisar pada 3-5% saja. Jauh dari perpuluhan.  Sedangkan pada tahun 2002 Barna menemukan bahwa hanya 6% dari orang Kristen lahir baru dewasa yang memberikan perpuluhan. Padahal jika perpuluhan dan persembahan orang Kristen terkumpul baik bisa mengumpulkan hingga 1 triliun/tahun untuk pelayanan.

Dalam hal seksualitas, dalam suatu acara ikrar “true love waits” pada tahun 1993 ada sekitar 2,4 juta anak muda yang menandatangani untuk tidak membuat seks pranikah. Pada tahun 2004, dari 12 ribu anak ternyata 88% telah gagal dan hanya 12% yang menepati. Sehingga angka perilaku seks pranikah hampir sama saja antara Kristen Injili dengan yang tidak. Demikian juga dengan kohabitasi/kumpul kebo dan pornografi.

Lalu dalam rasisme dan kekerasan dalam rumah tangga juga ada tren yang tidak baik.

Ini menjadi masalah dalam penginjilan/mandat pemuridan. Jajak pendapat menanyakan kepada kalangan non-Kristen tentang sikap mereka terhadap kelompok-kelompok kekristenan. Hanya 44% yang memiliki pandangan positif terhadap rohaniawan Kristen. Hanya 32% berpandangan positif terhadap orang-orang Kristen lahir baru…”

Seharusnya seorang Kristen tidak hanya percaya kepada mujizat fisikal, seperti sembuh sakit, bangkit dari kebangkrutan, menjadi orang sukses….tapi lebih lagi juga percaya kepada mujizat transformasi/ perubahan moral secara supranatural dari Allah bagi orang-orang berdosa.
Minggu depan kita akan mencukil bahasan dan tanggapan terhadap kondisi kekristenan (injili) yang ada saat ini.                                                   Rsksarebu.blogspot.com

Friday, October 19, 2012

21 Hukum Kepemimpinan Sejati



21 Hukum Kepemimpinan Sejati

Penulis: John C. Maxwell
Penerbit: Interaksara/kharisma
Kategori buku: pengembangan diri


Pengantar
Mengapa putri Diana dikasihi oleh jutaan orang sementara suaminya tidak?
Mengapa Henry Ford hampir membuat perusahaannya sendiri bangkrut?

Siapa John Maxwel?
Seorang ahli bidang kepemimpinan top dengan pengalaman lebih dari tiga puluh tahun merangkumkan segala yang telah ia pelajari dalam prinsip-prinsip. Menurutnya suka atau tidak suka, hukum kepemimpinan mempengaruhi keefektifan anda dalam kehidupan pribadi maupun professional. Kabar baiknya adalah bahwa setiap hukum kepemimpinan ini dapat dipelajari oleh semua orang!!

Isi (hukum 1 dan 2)
1.       Hukum Katup
Kemampuan memimpin menentukan keefektifan seseorang. Jadi semakin baik/tinggi kemampuan kepemimpinan katup yang terbuka untuk potensi semakin banyak/besar.
Contohnya adalah seorang SE dengan seorang MBA. Seorang SE yang menunjukkan kemampuan dan kesungguhan sehingga menjadi direktur dapat membuka katup potensi dan dampak yang lebih besar daripada seorang MBA yang menjadi staff keuangan saja.
Anda dapat menemukan orang cerda, bertalenta, sukses yang hanya begitu-begitu saja karena keterbatasan dalam kepemimpinannya.
Jadi kemampuan memimpin sangat penting dalam menentukan katup terbuka lebar atau sempit baik dalam keberhasilan diri maupun organisasi. Itulah sebabnya jika perusahaan, gereja, Negara mengalami kesulitan maka yang dicari ganti adalah pemimpinnya. (fenomena terbaru di DKI Jakarta-dari kotak2 vs. kumis, fokoke jokowi dsb).

2.       Hukum Pengaruh
Ukuran sejati dari kepemimpinan adalah pengaruh—tidak lebih, tidak kurang.
Contoh Mother Theresa tidak punya uang, tidak punya jabatan tinggi. Tapi pengaruhnya melalui pelayanannya luar biasa.
Kepemimpinan sejati hanya datang dari pengaruh, harus diraih/diusahakan!

5 pendapat salah tentang kepemimpinan:
-Mitos manajemen: dianggap memimpin dengan mengelola itu sama. Managemen itu focus pada sistem serta proses pengelolaan, sedangkan kepemimpinan tentang mempengaruhi orang (menggerakkan orang dari dalam—kalimat saya). Pemimpin menggerakan orang ke arah baru/tujuan tertentu, manajemen yang mengelola agar pergerakan itu berjalan dengan baik.
-Mitos usahawan: seorang pengusaha/wirausaha belum tentu pemimpin, bisa saja pintar marketing, dagang, kreatif.
-mitos pengetahuan: orang pintar tidak otomatis seorang pemimpin.
-mitos pelopor:
-mitos posisi: “bukan posisi yang menjadikan seseorang pemimpin; justru kepemimpinannya yang membuatnya berada pada posisi tersebut” (oleh Stanley Huffty).

Menurut Pdt. Bill Hybels, di gerejalah tempat paling sarat dengan kepemimpinan. Maksudnya untuk mendapat kepemimpinan seringkali orang menggunakan uang, ancaman, kuasa untuk mempengaruhi orang. Tapi di gereja kepemimpinan sejati seharusnya mempengaruhi orang dengan pengaruh (kasih, kebenaran firman, dsb).
Kepemimpinan sejati karena pengaruh akan membuat orang lain bersedia untuk berpartisipasi dalam apa yang kita tuju dan kerjakan.