Saturday, April 14, 2012
DOA: Bisakah membuat perubahan?
Wednesday, April 4, 2012
5 Bahasa Kasih Untuk Remaja
5 bahasa kasih untuk remaja
Yang lalu telah dibahas tentang peranan bahasa kasih terutama untuk suami-istri
Sekarang antara orang tua dengan remaja. Dalam buku "Lima bahasa kasih untuk remaja," diterbitkan oleh Interaksara, Batam Centre, 2003.
Pendahuluan
Masa remaja tidak bisa dipungkiri adalah masa yang sangat sulit bagi orang tua. Mungkin saat anak kecil sulitnya adalah capai di fisik. Tapi setelah masa remaja capai di emosi. Remaja suka memberontak, suka berdebat, sudah bisa “kabur”, tidak mau diatur dan dinasehati, itulah beberapa pendapat dan pengalaman terhadap anak remaja mereka. Orang tua merasa begitu lemah, sakit hati, cape mental dalam “mengontrol” anaknya.
Chapman setuju bahwa remaja dulu dengan remaja sekaranga ada sama, ada beda.
Samanya adalah:
-Menghadapi perubahan fisik serta mental
-Memasuki masa nalar
-Menghadapi moralitas serta nilai-nilai pribadi
-Memikirkan tentang seksulitas serta pernikahan
-Mempertanyakan masa depan
Bedanya adalah:
-Teknologi
-Pengetahuan serta pengeksposan tentang kekerasan
-Keluarga yang terpecah belah
-Pengetahuan serta pengeksposan tentang seksualitas
-Moral netral dan nilai-nilai religius yg memudar
Pentingnya kasih orang tua:
Ternyata orang tua adalah pihak yang sangat berpengaruh bagi remaja! Walaupun mereka suka dengan teman, tapi pada dasar hatinya mereka merindukan dan membutuhkan kehadiran orang tua mereka. Inilah hasrat remaja/kebutuhan mental remaja kita berkenaan dengan hubungan dengan orang tua.
-Hasrat remaja akan hubungan. Mereka membutuhan kehadiran ortu, komunikasi dengan ortu
-Hasrat remaja untuk diterima. Kuasa(positif) merasa diterima…dan ditolak (kuasa negatif).
-Hasrat remaja untuk dipupuk. Remaja ternyata masih merasa perlu dibimbing diarahkan (terutama rohani)
-Hasrat remaja untuk dikasihi/disayang.
Pembahasan/Isi
Ada lima bahasa kasih untuk remaja:
1. Kata-kata penegasan/positif (Word of affirmation)
Kata pujian yang tulus dan spesifik terhadap hasil atau upaya terbaiknya; kata sayang; dan penegasan di depan keluarga.
2. Waktu kebersamaan yang berkualitas (Quality time)
Kontak mata, fokus bukan nyambi, dengarkan perasaan dari ceritanya, amati bahasa tubuhnya, jangan interupsi, ajukan pertanyaan yg bersifat umpan balik, ekspresikan pengertian, minta izin untuk mengemukankan perspektif anda dengan “pernyataan ayah/ibu pikir/merasa….” .
3. Sentuhan fisik (Physical Touch)
Terutama di lingkungan sendiri (keluarga) bukan di public.
Ungkapkan tidak suka, sedih, kecewa sukacita dengan sentuhan yang tepat.
4. Tindakan pelayanan (Act of service)
Bersifat cuma-cuma, memberikan teladan saling mengasihi (timbal balik).
5. Hadiah (Gift)
Hadiah adalah bukti berwujud dari kasih emosional. Lebih baik dengan “upacaranya”. Hadiah sesuai minat, pribadi dan kesayangan.
Cara menemukan bahasa kasih yang utama:
1. Banyaklah bertanya!
Kunci pembuka 1: “apa yang kamu inginkan?” ingin ayah berubah?, ingin apa agar kamu senang? Ini akan menunjukkan keinginan hatinya dan bahasa kasih yang dia butuhkan.
Kunci pembuka 2: “siapa sahabat terbaik?” “mengapa kamu merasa ia yg terbaik?” Dia akan membukakan alasan-alasan menyukai sahabatnya itu. dari alasan-alasan itu kita akan menemukan bahasa kasihnya.
2. Adakan pengamatan
3. Bereksperimenlah
Tidak semua akan langsung beres karena remaja akan tetap mencari identitas dan kemandirian mereka sendiri. Yang penting adalah kita terus mengasihi (dengan bahasa kasih mereka) dan menekankan tanggung jawab dari anak remaja kita (termasuk batasan-batasan apa yang orang tua tetapkan bagi anak remajanya). Sisanya kita serahkan kepada Tuhan yang akan menyempurnakan apa yang telah orang tua kerjakan.
Wednesday, March 14, 2012
Resensi Pertama Pada Buku yang Utama
apa dan mengapa SAREBU
Pendahuluan
Saat ini kita menemukan banyak siaran radio Kristen yang menyiarkan hanya tentang pendalaman alkitab atau khotbah dari alkitab. Sehingga seringkali banyak orang Kristen memiliki motivasi untuk menjadi umat Allah yang baik, tapi motivasi itu seringkali tidak tercapai karena tidak memiliki pengetahuan atau keahlian untuk mencapainya. Misalnya, mengasihi sesama. caranya bagaimana? karena ternyata tidak semua orang suka dikasihi dengan dipuji-puji atau diberi duit. Mau memberikan persembahan dan perpuluhan bagi Allah tapi manajemen uang anda berantakan. Bukannya sisa justru tiap bulan kurang, terpaksa kas bon dan sebagainya.
Sebaliknya banyak siaran radio yang hanya menyiarkan tentang isi dari buku-buku motivas,manajemen, ilmu pengetahuan atau hanya sekedar berita seputar selebriti. Akibatnya banyak hal yang bersangkutan dengan kehidupan sehari-hari namun bersifat terlalu dangkal dan sementara. Tahu tips-tips untuk make-up, untuk mendidik anak, untuk mengelola usaha, tapi kehilangan pengertian dari TUHAN. Pandangan/pendapat Tuhan mengenai pertanyaan-pertanyaan ini sangat penting, "Mengapa saya harus setia pada pasangan, apa arti saya bekerja, apakah anak itu bebas mengembangkan diri atau harus diatur oleh orang tua" Itu hanyalah sebagian kecil dari pertanyaan-pertanyaan yang bersifat "prinsip" yang penting dijawab oleh Tuhan, bukan sekedar pendapat manusia.
Oleh sebab itu timbul beban untuk boleh menyeimbangkan tren yang ada ini dengan program “Saatnya Resensi Buku” (Sarebu). Secara umum program ini akan membahas tentang hal-hal terbaik yang disampaikan dalam buku-buku pilihan. Lalu juga menghubungkannya dengan iman Kristen, sehingga dapat diperoleh kombinasi terbaik antara Firman Tuhan, pengetahuan serta kehidupan sehari-hari.
Tujuan:
-Menyampaikan pesan/berita yang baik dan bermutu dari buku-buku yang beredar.
-Meningkatkan wawasan pendengar dengan resensi buku yang bermacam-macam (rohani, keluarga, kepemimpinan, iptek, dll).
-Membimbing pendengar untuk dapat mengintegrasikan/menghubungkan iman Kristen dengan banyak aspek kehidupan sehari-hari. (Apa mau dan maksud Allah, dan Bagaimana cara mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari alias tips-tips dalam keseharian)
Jadi tujuan program ini untuk menyajikan suatu integrasi. Integrasi antara Firman Allah dengan segala pengetahuan di dunia ini. Bukan sekedar satu pihak atau sempit, tapi mempertimbangkan juga sisi lain secara luas. Saya percaya Firman Allah memberikan prinsip-prinsip bagi umat beriman dalam mendapatkan hal terbaik dari pengetahuan-pengetahuan di luar sana, yang tertulis dalam banyak buku-buku.
Durasi :
60 menit. 1 minggu dua kali (1x live, 1x ulangan). Pukul 14.00.
Bentuk acara di Radio Sumber Kasih 90.2 FM Manado:
5’ pengantar tentang buku
5’ lagu
15’ pembahasan buku sesi 1
5’ lagu pilihan pendengar + iklan
15’ pembahaan buku sesi 2
5’ lagu pilihan pendengar + iklan
10’ interaksi dengan pendengar
Narasumber:
-Ev. Markus H. Boone S.Th.