Friday, September 6, 2013

Doa Terobosan



Judul: Doa Terobosan: Pendekatan baru terhadap Doa Bapa Kami
Penulis: Elmer L. Towns
Penerbit: Metanoia, 2001

Pembukaan oleh Pdt. Yongi Cho, sehingga membaca buku ini dengan waspada karena banyak kritik tentang ajaran Yonggi Cho tentang “doa yang selalu terkabul.” Namun ternyata penulis menulis dengan posisinya sendiri.

Penulis meyakinkan pembaca bahwa Doa bapa kami bukan sekedar untuk ritual ibadah, untuk didoakan bersama-sama di jemaat tapi juga untuk pribadi orang percaya dan bisa pada segala waktu.

Doa bukan sekedar lama tapi tingkatannya, dari sekedar di bibir atau hanya diucapkan saja sebagai doa, naik ke tingkatan pemikiran yaitu setiap kalimat kita mengerti apa artinya dan sungguh-sungguh kita katakan, hingga tingkat doa yang muncul dari hati yaitu doa telah menjadi pembicaraan antara kita dengan Allah secara hati ke hati/terbuka.

Dia menegaskan doa bukan sebagai penyampaian catatan permohonan untuk dimintakan kepada Tuhan, tapi  yang pertama dan terutama adalah menyembah Allah, berkomunikasi dengan Allah, mendengarkan Dia. Doa Bapa Kami menegaskan hal ini, bahwa dalam berdoa yang paling penting pertama-tama adalah Tuhan. Itulah sebabnya bagian pertama dari doa Bapa Kami adalah tentang Tuhan.

Doa Bapa Kami penting untuk didoakan karena memiliki (paling sedikit) 7 fungsi:
1. Anda mengagungkan Allah setiap hari, setiap saat. Ini berarti anda menjadi penyembah Allah (worshipers).
2. Hidup menurut prinsip-prinsip kerajaanNya. Berarti anda belajar hidup sebagai warga kerajaan Allah bukan hidup sebagai manusia duniawi yang dikuasai nafsu dan dosa.
3. Allah membimbing anda untuk menggenapi kehendakNya. Sehingga kehidupan kita berarti dan ikut serta menjalankan rencana serta kehendakNya.
4. Menerima lebih banyak jawaban dari Allah. Kita berkomunikasi dengan Allah dan menerima bimbinganNya dengan lebih baik.
5. Dibersihkan dari dosa, baik secara status maupun perasaan. Diingatkan akan karya pengampunan Tuhan serta mengalami pengampunan itu dalam kehidupan kita serta berbagi pada yang lain.
6. Allah memberi kemenangan. Allah yang memberikan kekuatan kepada kita untuk berjuang dan menang.
7. Allah memberi perlindungan. Allah yang melindungi kita dari roh dan kuasa jahat.

Dalam bab-bab berikutnya penulis menjabarkan bagian per bagian dari Doa Bapa Kami agar para pendoa Bapa Kami dapat memahami doa Bapa Kami dan mendoakannya dengan pikiran yang jelas akan apa artinya sekaligus mendoakannya dengan hati karena doa ini membawa pendoa berkomunikasi dengan Allah.

-Mendekati Allah dengan benar: Allah sebagai Bapa anda. Dijelaskan bahwa perkataan Bapa kami bukan sekedar menunjukkan bahwa doa ini harus dipanjatkan oleh kami (jemaat banyak) tapi kata bapa kami juga menunjukkan bahwa pendoa datang bersama dan melalui Yesus untuk bertemu Allah sang Bapa (kata kami merujuk pada pendoa dan Yesus yang membawa kita menghadap hadirat Allah Bapa).

Permohonan I: Dikuduskanlah namaMu: menunjukkan pertama-tama dan terpenting adalah menguduskan, menghormati, memuji Tuhan. Dikuduskan bukan berarti Tuhan perlu dikuduskan karena kurang kudus, melainkan kita mengakui dan memuji kekudusanNya. Dia yang tidak berdosa, Dia sang pencipta, Dia yang maha.

Permohonan II: Datanglah kerajaanMu: pendoa belajar prinsip-prinsip kerajaan Allah.
Pendoa diingatkan bahwa hadirat Tuhan yang indah dan penuh berkah itu kiranya tidak hanya nyata di surga, tapi juga nyata di bumi. Hadirat Tuhan dapat nyata di bumi melalui umatNya di bumi ini. Dengan doa ini maka pendoa diingatkan dan dikuatkan untuk menerapkan prinsip-prinsip kerajaan Allah di bumi.

Permohonan III: jadilah kehendakMu: tunduk kepada rencana Allah bagi anda.
Pendoa tidak menyandarkan diri pada kehendak atau ambisi pribadi, tidak juga putus asa kehilangan arti hidup. Melainkan melalui doa ini pendoa belajar tunduk kepada kehendak Tuhan bagi hidup kita.

Engsel: di bumi seperti di surga: meringkas bagian Tuhan sebelum beralih ke bagian manusia.
Setelah kita menghadap Tuhan maka tibalah kita pada kondisi kita sebagai manusia. Tuhan peduli kepada ciptaanNya, Tuhan peduli kepada umatNya.

Permohonan IV: berilah kami makanan: mendoakan keperluan hidup kita agar dapat tetap hidup memulikanNya. Makan melambangkan seluruh kebutuhan jasmaniah kita. Permohonan agar Tuhan menyediakan kebutuhan kita, sehingga kita dapat hidup untuk memuliakan Allah.

Permohonan V: Ampunilah kami…: agar kita mendapat pengampunan dan merasa bersih. Mengingatkan pendoa akan karya pengampunan Tuhan serta bermohon agar karya pengampunan itu nyata terasa dalam hidup pendoa, serta ternyata bagi orang lain yang membutuhkan pengampunan.

Permohonan VI: jangan bawa kami dalam pencobaan: bukan berarti tidak ada pencobaan melainan ini mengajak pendoa untuk mengungkapkan kerinduan hati yang ingin tidak hidup dalam dosa, tidak ingin jatuh dalam dosa dan kerinduan ini kita serukan pada Tuhan agar Tuhan ikut campur menolong.

Permohonan VII: lepaskan dari yang jahat: mengingatkan pendoa bahwa iblis dan setan itu nyata dan menyadari bahwa iblis berusaha menghancurkan anak-anak Allah maka kita dalam pertempuran, kita minta Allah melindungi kita dalam pertempuran ini.

Jadi buku ini membawa doa Bapa Kami sebagai sesuatu yang pribadi dan tak sekedar pengulangan belaka atau mantra tapi adalah formula doa yang menuntun kita untuk berdoa dengan lengkap kepada Tuhan setiap saat. Doa Bapa Kami dapat membuat terobosan dalam kehidupan rohani karena menuntun kita berdoa dengan benar dan mendalam.

+   ada panduan P.A  (pendalaman alkitab) dan panduan berdoa sehingga sangat membantu pembaca yang rindu untuk mendalami dan mempraktekkan.

Wednesday, August 21, 2013

Allah Tritunggal



Judul: Allah Tritunggal
Penulis: Stephen Tong
Penerbit: LRII/Momentum 1992


Apakah Teologi itu? Pentingkah berteologi itu? Atau sekedar perasaan? Hal-hal itu dibahas dalam pembukaan buku ini. Saat ini teologi seringkali dianggap sebagai musuh dari iman percaya yang tulus, teologi sering dianggap sebagai rasionalisasi atau intelektualisasi yang membawa iman semakin jauh dari Tuhan. Namun penulis menunjukkan bahwa semua orang berteologi, baik ateis atau teis, baik protestan atau karismatik. Temukan alasannya di buku ini.

Teologi juga penting karena dengan mengenal Allah melalui FirmanNya maka  makin mengenal diri sendiri. Teologi tidak hanya membuat kita mengenal Allah tapi juga mengenal diri kita sendiri.

Salah satu bagian terpenting teologi adalah tentang doktrin/pengajaran Allah Tritunggal
1.       Allah lebih besar dari kita, tidak dapat dimengerti sepenuhnya tapi bukan berarti tidak bisa dimengerti sepantasnya. Artinya adalah walaupun kita tidak bisa memahami Allah secara sepenuhnya (100%), tapi kita bisa memahami Allah sejauh Dia menyatakan diri kepada kita, seperti bahwa Allah itu kasih, berkuasa, pencipta.
2.       Walaupun supra rasional tapi bukan kontra rasional. Artinya adalah doktrin tritunggal bukannya tidak masuk akal, tapi melampaui akal manusia yang terbatas. Bukan kontradiksi tapi paradoks.

Tritunggal bukanlah hasil spekulasi iman tapi dari wahyu Allah, tersurat dan tersirat dalam Alkitab.
Ada 2 pandangan ekstrem tentang doktrin Tritunggal dalam sejarah kekristenan:
-pandangan yang menganggap adanya 3 allah.
-pandangan yang menganggap adanya satu allah saja yang menyatakan diri dalam 3 keadaan yang berbeda.

Sesungguhnya doktrin Allah tritunggal adalah doktrin monoteisme, yaitu percaya kepada Allah yang esa/tunggal. Dan allah itu mempunyai 3 pribadi yang disebut Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Masing-masing pribadi adalah Allah dan memiliki esensi yang sama. Pemaparan ini terjadi secara progressive revelation yaitu makin lama makin jelas, dalam PL kurang jelas, tapi dalam PB menjadi jelas. Jadi monoteisme Kristen lebih lama lebih jelas, yaitu Tritunggal.

Penjelasan berikutnya tentang Kristus yang adalah pribadi Allah.
-Yesus bukan sekedar manusia biasa tapi adalah illahi karena penggenapan nubuatan akan messias
-Perkataan Kristus sendiri, kesaksian dari kitab injil yohanes dan kisah para rasul

Penjelasan tentang Roh Kudus yang adalah pribadi Allah
-Roh Kudus adalah kebenaran dan menyatakan kebenaran. Roh Kudus memberikan kebenaran kepada intelek manusia bukan menghilangkannya.
-Roh Kudus memiliki emosi
-Roh Kudus memiliki kemauan, kebebasan, ketetapan

Ada penjelasan tambahan tentang sejarah singkat doktrin tritunggal. Memang dari zaman rasul-rasul manusia yang terbatas terus berusaha untuk memahami kebenaran tentang Tuhan, tentang Allah tritunggal. Namun seiring waktu berlalu umat Kristen akhirnya mampu untuk memformulasikan doktrin Tritunggal dengan bertanggung-jawab sesuai alkitab. Ini disebut pengajaran yang ortodoks. Namun ada pula yang anggap Yesus bukan Allah, ada yang anggap Yesus ciptaan terhebat, ada yang anggap Yesus bukan sungguh-sungguh manusia hanya penampakan. Ada juga yang anggap Allah itu betul-betul tiga allah. Doktrin yang tidak ortodoks ini biasanya dianggap bidat.

Jadi doktrin Allah tritunggal adalah unik kekristenan. Dokrin ini diajarkan Alkitab walaupun sulit.  Doktrin ini menjadi dasar pengajaran gereja segala abad. Dengan mengenal Allah kita mengenal diri sendiri, tidak mudah diombang-ambingkan ajaran-ajaran lain serta hidup dalam takut akan Tuhan dan mengabdi serta menikmatiNya.

+Teologi memang diabaikan akhir-akhir ini sehingga buku ini baik untuk koreksi pengabaian ini.
+Bahasa tidak sulit walaupun topik sulit. Argumentasi mudah dipahami.
-Kategori sub-tema yang kadang akal pembahasannya tidak sesuai atau melebar.

Baptisan dan Karunia Roh Kudus



Judul: Baptisan dan Karunia Roh Kudus
Penulis: Stephen Tong
Penerbit: LRII/Momentum 1996
Jumlah halaman: 164 


Penulis buku ini mengajak umat Kristen untuk berpikir baik-baik, apakah semua kuasa supranatural berasal dari Allah. Apakah kejadian-kejadian supranatural di gereja, yang dilakukan oleh pendeta, yang terjadi saat berdoa dan memuji Tuhan adalah pasti berasal dari Tuhan? Fenomena-fenomena supranatural memang kerap diharapkan terjadi saat seseorang mengalami “baptisan Roh Kudus” , serta diharapkan orang yang “dipenuhi Roh Kudus” mengalami kejadian supranatural seperti bahasa lidah dan bernubut. Namun penulis buku ini mengingatkan bahaya dari “suka hal-hal fenomenal atau supranatural” ini.

Berkenaan dengan topik utama buku ini maka dijelaskan tentang 7 (tujuh) kali istilah “Baptisan Roh Kudus” dalam Alkitab. Banyak keyakinan tentang perlunya baptisan Roh Kudus berasal dari kutipan di Kitab Kisah para rasul. Padahal kejadian turunnya Roh Kudus yang fenomenal (luar biasa) berkaitan dengan peristiwa turunnya Roh Kudus di Kisah Para Rasul dan perintah menjadi saksi Tuhan dari Yerusalem hingga ke ujung bumi. Kesimpulan dari pembahasannya adalah baptisan Roh kudus tidak terulang dalam sejarah karena kejadian itu untuk menunjukkan persatuan orang Kristen dengan tubuh Kristus pada saat itu (dalam konteks Yerusalem hingga ke ujung bumi). Baptisan Roh Kudus seperti dalam Kisah Para Rasul bukan keharusan yang terus terjadi dalam Kekristenan saat ini.

Baptisan Roh Kudus yang benar sebutannya adalah dibaptis dengan Roh Kudus/di dalam Roh Kudus, karena yang membaptis adalah Kristus. Jadi barang siapa mengakui dosa-dosanya dan menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Penyelamat maka Yesus membaptis orang tersebut dengan Roh Kudus sehingga dosanya diampuni serta menjadi bagian dari kerajaan Allah.

Apakah perlu baptisan ulang? Terutama dari yang baptisan percik untuk dibaptis selam. Dalam buku ini dijabarkan bahwa ada dasar alkitab untuk baptisan percik. Jadi baptisan percik itu sah dan alkitabiah, tidak perlu baptis ulang, apalagi jika sudah dalam nama Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus.

Perlukah gejala-gejala “fantastik” saat penerimaan Roh Kudus (glosolalia, ketawa-ketawa)? Yang perlu adalah pertobatan kepada Tuhan, tidak ada manifestasi lain yang mutlak. Karunia Roh Kudus bukan untuk pamer tapi untuk pelayanan dalam gereja, jadi karunia Roh bukan sekadar bahasa Roh dan nubuat saja, tapi masih banyak yang lain. Bahasa roh juga bisa tapi ada syaratnya jika di jemaah, yaitu teratur dan ada yang menerjemahkan.

Adalah kerasukan Roh Kudus? Bisakah orang sebut diri Yesus atau Tuhan saat kerasukan Roh. Bisakah seseorang fungsi intelek dan diri hilang lalu saat dikontrol oleh Roh Kudus? Berdasarkan kesaksian alkitab hal ini tidak terjadi kepada orang yang benar-benar dipakai oleh Tuhan. Roh kudus tidak menghancurkan identitas pribadi seseorang, Roh kudus juga tidak merasuki orang.

Ada tanya jawab ada di bagian akhir berkenaan dengan baptisan dan karunia Roh Kudus, terutama tentang ajaran-ajaran populer.

+Buku yang baik untuk memberikan penjelasan tentang baptisan dan karunia Roh Kudus dari perspektif protestan injili karena hal ini lebih banyak diserukan dari kalangan karismatik. Para pembaca akan diuntungkan dengan perbandingan ini sehingga pemikiran bisa lebih seimbang.

+Banyak kisah dan nama yang bisa menimbulkan kekagetan. Tapi terbuka untuk dicek apakah kisah-kisah dan pengajaran yang dikritik itu benar.

+Bahasa yang mudah dipahami.

- Dalam pembahasan kadangkala banyak cerita atau penjelasan lain yang membuat pokok bahasan jadi kabur.

Saturday, June 15, 2013

Bantal Keluarga: Kiat menjaga pernikahan agar tidak cedera



Judul: Bantal Keluarga: Kiat menjaga pernikahan agar tidak cedera
Penulis: Paul Gunadi
Penerbit: Metanoia: 2009
Kategori: Keluarga

Paul Gunadi (penulis buku ini) adalah seorang dosen di berbagai sekolah teologi dan seorang konselor professional.
Dalam pembukaan buku, dinyatakan bahwa keluarga Kristen seperti keluarga-keluarga lain juga mengalami masalah-masalah. Nah, masalah ini harus dihadapi dengan kesediaan untuk menjadikan Firman Tuhan sebagi fondasi keluarga dan pedoman keluarga. Inilah yang disebut bantal keluarga yaitu Firman Tuhan menjadi bantal yang memberikan kenyamanan dalam hidup keluarga sekaligus menjadi peredam dari konflik-konflik yang keras agar tidak menghancurkan rumah tangga.
Ada 7 hal yang diambil dari Efesus pasal 4:
Bantal 1: Mengatakan kebenaran
dipaparkan sulitnya mengatakan kebenaran tapi juga pentingnya kebenaran untuk dikatakan.
Bantal 2: Mengendalikan amarah
Bantal 3: Hidup disiplin
Bantal 4: Mengenali kebutuhan
kebutuhan akan kasih sayang, perkataan yang positif dan mendorong.
Bantal 5: Tidak mendukakan Roh Kudus
tidak berdosa, tidak lari dari Tuhan, berani mengakui dosa
Bantal 6: Berbuat hal-hal baik dalam kehidupan sehari-hari
Bantal 7: Mengampuni

Artikel berikutnya “terlepas tapi tidak terpisah” yang berkenaan dengan keluarga yang sudah “dingin-dingin”. Dijabarkan bagaimana membangun rasa percaya lagi dari hal-hal kecil seperti tidak bohong, menepati janji sehingga akhirnya terbangun rasa percaya dan rasa percaya satu dengan yang lain ini akan menimbulkan suatu kondisi keintiman/kedekatan yang tulus.

Lalu ada dua artikel yang saling terkait yaitu “makna kata ‘mengasihi istri’ bagi suami” dan “makna kata ‘tunduk pada suami’ bagi istri.
Pada artikel pertama, penulis menyadari bahwa dalam budaya kita (timur) seringkali pemimpin/kepala keluarga menegakkan wibawanya dengan bersikap otoriter. Wibawanya menimbulkan rasa takut kepada anggota keluarga. Namun menurut alkitab, wibawa kepala keluarga Kristen seharusnya muncul dari kasih dan pelayanan. Dengan cara seperti apa wibawa kasih bisa muncul? Hal itu dijabarkan di artikel ini.
Sedangkan pada artikel berikutnya dibahas mengapa suami yang ditetapkan Tuhan jadi kepala keluarga. Lalu juga ketundukan seperti apa yang istri harus tunjukkan pada suami, apakah tunduk buta atau seperti apa? Selain itu dibahas juga tips praktis seperti cara bicara dan cara memberi masukan ke suami.

Lalu ada juga artikel “jika kita berselingkuh”
Dijabarkan tipuan-tipuan dunia dalam awal maupun di dalam perselingkuhan seperti:
-ah, hanya persahabatan saja
-ah, saya pasti bisa lepas
-memberi nama lain sehingga nampak kurang berdosa (mis.selingan, jajan, manusia bisa khilaf)
-bersandar pada perasaan (marah, sedih, senang, puas, malu)
-mengasihani rekan zinah (padahal yang harusnya dikasihani adalah keluarga sah)
-menyalahkan orang lain
Dijelaskan juga tahap penanganan
-bersabar (jangan putus asa dan berpikir tidak mungkin ada pemulihan)
-akui dosa!
-minta maaf berulang kali
-berhenti berdosa demi Tuhan

Artikel terakhir tentang “Pubertas Kedua: mitos atau realitas?”
Menarik sekali dijabarkan oleh penulis bahwa adanya perubahan yang menjadi pemicu fase puber kedua pada masa paruh baya. Perubahan pada masa paruh baya ini yang membuat orang berusaha untuk menyesuaikan diri, dan jika tidak waspada bisa jadi masalah “puber kedua”.
Pada masa paruh baya untuk menyesuaikan dengan menurunnya fisik maka banyak orang:
-berusaha menarik perhatian lawan jenis (untuk meningkatkan rasa percaya diri)
-bersandar/menonjolkan kemapanan ekonomi
-tampil sebagai orang yang matang dan dewasa (bisa membuat orang lain yang lebih muda tertarik)
-seksualitas di keluarga sudah tidak “berkesan” lagi
-pasangan membiarkan
-meledaknya masalah keluarga
Kemudian dipaparkan juga cara-cara antisipasi dan penanganannya.
 
Jadi buku ini memang sangat tepat dalam mengangkat topik-topik yang muncul dalam kehidupan berkeluarga. Pengalaman konseling dari penulis sangat nyata membuat tulisannya ini praktis, dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari serta sangat detail dalam mengamati hal-hal kecil yang seringkali tidak teramati tapi sebenarnya penting dalam menciptakan “bantal” dalam keluarga, sehingga dalam keluarga ada kenyamanan dan lebih kuat dalam menghadapi konflik.

Friday, May 24, 2013

Karunia Musik: Para Komponis Besar dan Pengaruh Mereka

Judul: Karunia Musik: Para Komponis Besar dan Pengaruh Mereka
Penulis: Jane Stuart Smith dan Betty Carlson
Penerbit: Momentum, 2003
Halaman: 458 halaman
Kategori: Biografi, musik, religiusitas

Musik…. Berkat terbesar bagi umat manusia demikian banyak kata orang. Musik memberikan warna pada hidup kita. Saat kita senang kita menyanyi, saat kita sedih kita menyanyi untuk mengungkapkan perasaan dan menghibur diri, saat kita jatuh cinta kita menyanyi sebagai ekspresi gejolak cinta kita, dsb.
Tidak ada salahnya kita mengenal berbagai macam musik, karena itu seperti memiliki barang berharga. Semakin banyak kita punya, semakin kita luas wawasan serta semakin dapat menikmati keseluruhan kekayaan kebudayaan.
Pada masa ini sayangnya banyak orang Kristen tidak mengenal musik klasik sebagai salah satu tipe musik yang “kaya dan dalam”. Buku ini ditulis untuk memperkenalkan orang-orang saat ini dengan musik klasik. Para pembaca tidak diharuskan untuk selalu menyukai musik klasik, namun melalui buku ini pembaca dapat memperoleh suatu pengenalan dan berkat musik yang lebih indah.

Buku ini memulai dengan peranan kitab mazmur dalam sejarah musik barat. Mazmur 98 mengilhami Isaac Watts untuk “Joy to the World” serta Mazmur 90 untuk lagu “O God, our Help in Ages Past”. Luther menciptakan “A Mighty Fortress” dari Mazmur 46. Mazmur terus dipakai sejak zaman Yesus, hingga rasul-rasul. Kemudian terus dipakai misalkan oleh Ambrosius dan Paus Gregorius I.  Pada masa Luther dan Calvin, Mazmur pun dinyanyikan, bukan sekedar dibaca. Johan Sebastian Bach dan Handel juga. Ini menunjukkan bahwa Mazmur membawa pengaruh yang besar kepada sejarah musik, nyanyian mazmur telah menjadi “garam dunia” dalam dunia musik.

Antonio Vivaldi
Hidup tidak selalu adil, tapi hidup yang bermutu akan seperti monumen. Demikian gambaran dari seorang komponis terkenal, Antonio Vivaldi 1678-1741. Ia harus meninggal dalam kemiskinan dan tanpa kemasyuran. Kuburannya tidak diketahui di mana. Musiknya tak dikenal, dilupakan dalam perpustakaan pribadi atau umum. Namun karyanya ternyata diangkat kembali 20-30 tahun kemudian oleh komponis lain bernama Bach. Dia menjadi kepala dari sekolah musik yang bekerja sama dengan biara-biara yang menampung anak-anak terlantar. Anak-anak terlantar ini lalu juga dibesarkan dengan pendidikan musik sehingga mereka menjadi anak-anak yang tumbuh besar dengan musik dan memainkan musik dengan indah. Anak-anak ini lalu seringkali muncul dalam “konser amal” dan ditonton oleh pengunjung, dan konser mereka ini sangat bagus. Vivaldi-lah yang menggubah lagu-lagu konser mereka hingga 400 konserto.
Salah satu karya terkenal dan terpopuler vivaldia adalah “four season”

Johann Sebastian Bach (1685-1750)
Bersal darikeluarga pemusik. Mereka meninggalkan Hungaria dalam suatu perang berbau agama karena mereka memilih untuk mempertahankan iman alkitabiah mereka. Bach dikenal sebagai komposer (penggubah lagu) terbesar. Dia berada di masa musik Barok. Bach lahir di kota Eisenach, Jerman; kota yang sama di mana 150 tahun sebelumnya Marthin Luther menerjemahkan Alkitab ke bahasa Jerman. Bisa dikatakan bhwa jika tidak ada seorang Luther maka tidak ada seorang Bach. Fokus kehidupan spiritual Bach adalah dalam kekristenan dan dalam pelayanan rohani melalui musik. Bach menyadari bahwa dia berhutang kepada Tuhan dan Juruselamatnya, ini menjadi motivasinya dalam berkarya. Keyakinan akan relaitas surga dikatakan membuat musiknya tidak lekang oleh waktu. Ia terus berkarya dengan alasan utama untuk kemuliaan Allah dan menyegarkan pikiran. Karyanya mempengaruhi Mozart, Beethoven, Mendelssohn, Chopin dsb.
Karya Bach disebutkan berhasil menyatukan Alkitab, musik dan sejarah menjai satu kesatuan yang menyeluruh. Mirip dengan Rembrant dalam hal lukisan yang mengungkapkan kebenaran Alkitab melalui media seni yang tinggi.
Puncak karya Bach sebagai musisi gereja adalah karya berjudul St. John Passion dan St.Matthew Passion. Dalam naskah-naskah musiknya ia kerap kali menuliskan kata-kata, “dengan pertolongan Yesus,” atau “kemuliaan hanya bagi Allah.” Ini menunjukkan bahwa karunia musiknya berasal dari Tuhan.
Dia meninggal dalam usia 65 tahun, setelah sebelumnya bergelut dengan memburuknya penglihatannya, bahkan hingga buta. Berkenaan dengan kematian dia pernah membuat lagu “Come Sweet Death” yang menunjukkan perenungannya yang mendalam tentang kematian. Dia menyambut kematian walapun dia juga takut terhadapnya. Di antara ketakutannya dan kerinduannya akan surga berdirilah suatu batu karang yang kokoh yaitu imannya kepada Tuhan Yesus. Lalu pada saat menjelang kematian di atas ranjang dia masih mendiktekan lagu terakhirnya yaitu “Before Thy Throne I Now Appear” (Di HadapanMu Tuhan Aku Sekarang Datang).

Buku ini terus menerus menyampaikan himbauan, “Kita perlu mundur agar dapat melangkah maju” yang berarti kita perlu melihat dan mempelajari sejarah agar dapat mencapai hal-hal yang lebih baik di masa depan.Ada komposer lain seperti Handel, Mozart, Beethoven, Mendelssohn, Brahms, Tchaikovsky dan lainnya. Ada 40an nama yang dibahas dalam buku ini.

Pada akhirnya kesenian (termasuk musik) adalah suatu karunia yang dimiliki manusia, karena manusia diciptakan dalam gambar dan rupa Allah. Manusia menikmati keindahan kesenian karena Tuhan pun ternyata berkarya dan menciptakan dengan indah. Oleh sebab itu kesenian juga adalah suatu hal dalam kebudayaan yang harus digarap oleh orang-orang Kristen secara kreatif.
Luther mengatakan, “Musik adalah karunia dari Allah, bukan dari manusia… setelah teologi, saya memberi tempat teratas dan penghormatan tertinggi untuk musik.” Lalu dia juga pernah berkata, “Saya berkeyakinan bahwa semua kesenian, dan khususnya musik, seharusnya ditempatkan dalam pelayanan kepada Dia yang telah menciptakan dan memberikan semua itu.” Jadi seni adalah suatu ibadah kepada Tuhan, dan sepantasnya kita selalu berusaha memberikan seni yang terbaik bagi Tuhan kita.

Tinjauan akhir:
-Nampak bahwa bagi penulis buku ini perlu sekali untuk generasi saat ini selalu bersedia untuk mempelajari kekayaan seni dan sejarah di masa lalu. Musik-musik klasik ini dipandang sebagai suatu “harta” dalam dunia seni dan selayaknya diketahui oleh generasi saat ini. Musik-musik ini dipandang sebagai karya yang dibuat dengan serius, dengan pengorbanan dan penataan musikal yang baik serta dipengaruhi bahkan memberitakan tentang alkitab. Tentu saja ini kadang kala berlawanan dengan musik saat ini yang lebih cenderung bersifat hiburan, industrialis, mudah didengar dan kadangkala isinya lebih mirip dengan ajaran duniawi daripada alkitabiah.
-Kemudian buku ini juga memuat kisah hidup para komposer yang luar biasa. Kisah hidup mereka layak untuk memperkaya hidup kita pada saat ini. Hidup yang penuh perjuangan, devosi, dan iman kepada Tuhan. Buku ini bicara tentang musik, tapi kisah hidup dan lagu-lagu hasil karya mereka ternyata juga menginspirasi hidup para pembaca.
-Sangat membantu bahwa di tiap akhir bab disertakan bacaan lebih lanjut dan juga judul/nama karya-karya musik yang “terkenal” dari tiap komposer. Sehingga jika kita dapat mencarinya di internet (youtube) atau toko musik untuk mendengarkan lagu-lagu itu, sekaligus mempelajari keindahan dari karya-karya klasik ini.

Total Quality Life: Strategi Mencapai Hidup yang Berkualitas

Judul Buku       : Total Quality Life: Strategi Mencapai Hidup yang Berkualitas
Penulis             : Stan Toler
Penerjemah      : Dian Pradana
Penerbit           : PT BPK Gunung Mulia
Halaman           : 187 halaman
Kategori           : Kehidupan Kristen, motivasi Kristen, manajemen hidup

Buku ini muncul sebagai suatu tanggapan akan kehidupan orang Kristen yang ternyata jauh dari kehidupan yang berkualitas. Kehidupan orang Kristen ternyata tidak memuaskan dan tidak sesuai tujuan-tujuan yang diharapkan. Toler melalui buku ini menyatakan bahwa kehidupan yang berkualitas total ini adalah sesuatu yang bisa dicapai oleh setiap orang Kristen asalkan mereka bersedia untuk berusaha mencapainya. Jadi hidup yang berkualitas total adalah hidup yang bertujuan, efektif dan bermakna.

Untuk mencapai suatu hidup yang berkualitas total maka seseorang harus memulai dengan Ketetapan hati untuk mengejar hidup yang berkualitas. Seseorang harus memiliki ketetapan hati/ tekad untuk menjadikan hidupnya hidup yang berkualitas dan bukan sekedar hidup yang biasa-biasa saja.
Kehidupan berkalitas total ini memiliki ciri yaitu keempat bidang kehidupan (pikiran, tubuh, uang, roh) tidak terpecah-pecah menjadi satu kesatuan yang terkait dalam pribadi seseorang. 
Jadi ada totalitas hubungan antara mind, body, money, spirit.

Setelah ada ketetapan hati/tekad maka yang dibutuhkan berikutnya adalah VISI sebagai tolak ukur kualitas total. Kita harus memiliki bayangan akan menjadi seperti apa hidup kita. Inilah visi.
Visi dari hidup berkualitas total mencakup 4 aspek di atas yaitu pikiran, tubuh, uang dan roh. Bagaimana mencapai pikiran yang berkualitas (bukan selalu berarti untuk mencapai S-3, tapi pikiran yang berkualitas), tubuh yang berkualitas (bukan selalu berarti menjadi binaragawan, tapi sehat/bugar), keuangan yang berkualitas (bukan selalu kaya raya, tapi sejahtera bebas utang), dan roh yang berkualitas. Tentang visi berkualitas ini dibahas dengan panjang lebar.

Pikiran:
Pikiran menjadi pendirian, pendirian menjadi tindakan, tindakan menjadi kebiasaan. Oleh karena itu, kunci mengendalikan hidup anda adalah dengan mengendalikan pikiran anda.
Oleh sebab itu perlu untuk mengevaluasi pikiran kita apakah mendukung hidup berkualitas total.
-          Detoksifikasi mental (bersihkan pikiran, baca kitab suci, hindari berita-berita remeh dan keributan info, pikirkan yang baik, baca buku yang inspiratif)
-          Inventariskan pikiran anda (lihatlah dalam hal pikiran, tubuh, uang, rohani, keluarga, pekerjaan, dan lainnya. Setelah lihat perhatikan apa pikiran anda atau fokus anda dalam hal-hal di atas, apakah hal yang baik atau jelek, hal yang positif atau negatif, atau selama ini tidak pernah anda sadari)
-          Kemudian membuat pilihan yang sehat

Tubuh yang sehat:
Tubuh seringkali diabaikan untuk mencapai hidup yang berkualitas, atau sebaliknya kesehatan tubuh dianggap segala. Namun yang benar adalah tubuh perlu diperhatikan karena akan mempengaruhi 3 bidang hidup yang lain (pikiran, keuangan dan rohani). 
Ada 3 faktor penting untuk tubuh yang sehat yaitu (1) makanan, (2) waktu istirahat dan (3) olahraga!

Sumber penghasilan:
Jangan beli yang anda tidak mampu beli
Banyaklah memberi: dari level kepercayaan, komitmen, level kebahagiaan hingga istirahat
Jim Elliot, seorang misionaris martir di Ekuador, menuliskan “orang yang pandai adalah ia yang memberikan apa yang tidak bisa ia simpan untuk mendapatkan apa yang tidak dapat hilang.”

Jiwa:
Kita adalah manusia yang utuh, pribadi yang integral, oleh sebab itu kita harus memberi makan jiwa kita seperti memberi makan tubuh dan pikiran kita.
Doa: ACTS, bicara dengan dan mendengarkan Tuhan
Mengucap syukur: penelitian mengungkapkan orang yang bersyukur lebih sehat jiwanya dan merasa lebih dicintai. Tipsnya adalah dengan melek mata dan peka terhadap sekeliling kita yang penuh keajaiban.
Meditasi: seperti Daud juga memeditasikan kebaikan Tuhan, keajaiban pekerjaan Tuhan, kebenaran FirmanNya. Meditasi ini meliputi meditasi konsentrasi, yaitu fokus pada pernafasan atau suatu hal dan meditasi kesadaran yaitu melihat dan mengamati hal-hal yang muncul dalam pikiran kita (mengambil jarak jadi orang ketiga).
Meditasi ini juga akan lebih mudah jika kita menjauhkan diri dari “kericuhan” TV, HP, dsb.

Disiplin:
Disiplin bukanlah sesuatu yang menakutkan, melainkan suatu pelatihan untuk menjadi lebih baik!
Kita harus disiplin untuk:
-Mengaudit keyakinan-keyakinan.
Keyakinan kita menentukan tindakan kita, oleh sebab itu penting untuk mengaudit dan mengenalinya.
-kemudian menentukan nilai-nilai.
(nilai hidup yang mau kita hidupi, nilai yang positif, seperti mau mengasihi, menjadi orang yang berani).
-bergaul dengan orang-orang yang positif.
-memilih tertawa
-mengatur ruangan
-menggunakan menit-menit yang ada (manajemen waktu)
-bebas hutang
-warisan

Perubahan
Plan-Do-Check-Act (PDCA).
Perubahan harus direncanakan secara detail, kemudian dilaksanakan, setelah jangka waktu tertentu di cek/evaluasi kegagalan atau keberhasilan dari pelaksanaan rencana, lalu adakan perbaikan rencana (revisi) lalu lanjutkan lagi dengan tindakan/aksi sesuai revisi. Lakukan terus prinsip ini hingga tercapai sempurna.

Pencapaian
Mengingatkan sekali lagi bahwa tujuan-tujuan/mimpi kita untuk hidup berkualitas total itu dalam jangkauan kita.

Tanggapan:
-Buku ini adalah buku yang motivatif dan membantu mengatur hidup kita menjadi lebih baik. Memiliki ciri-ciri Kristen yang kuat dalam pendekatannya walaupun sangat amerika juga (optimis, usaha keras).
-Bagus sebagai buku pengantar untuk kemudian kita mencari buku yang lebih dalam untuk masalah-masalah pokok dalam kita mencapai hidup berkualitas total. Misalkan ada masalah dengan uang, ada buku-buku yang lebih detail dan lengkap menuntun untuk keluar dari masalah keuangan.
-Bagus karena disertai dengan tuntunan dan pertanyaan untuk tindak lanjut, sehingga pembaca dapat mengikuti langkah demi langkah menuju hidup berkualitas total