Wednesday, April 10, 2013

You can be a world changer



Judul: You can be a world changer
(Anda bisa menjadi seorang yang mengubah dunia)
Penerbit: Pionir Jaya Bandung
Buku dapat diperoleh di toko buku Kristen atau toko buku umum

Buku ini merupkan buku yang berisi 101 kisah singkat dan inspiratif dari berbagai macam orang. Tujuan buku ini adalah melalui kisah-kisah dari orang-orang yang pernah hidup di dunia ini maka kita dapat menjadi orang-orang yang membawa perubahan positif bagi dunia di mana kita tinggal. Dalam setiap kisah yang ada akan disimpulkan dalam kualitas-kualitas karakter yang membuat tokoh-tokoh tersebut menjadi orang yang membawa perubahan positif dalam kehidupan.

Buku ini menyadarkan kita bahwa orang yang kelihatan biasa-biasa saja bisa menjadi seorang yang luar biasa dengan mengembangkan prinsip-prinsip yang dijabarkan dalam buku ini. Mungkin sebagian besar dari kita tidak bisa mempengaruhi dunia dengan cara sedramatis tokoh-tokoh ini, namun harus diingat bahwa kita dapat mempengaruhi orang-orang yang berhubungan dengan kita setiap hari untuk membawa perubahan positi dalam hidup orang lain. Jika para pembaca menghidupi kisah dan prinsip dari tokoh-tokoh ini maka akan memberkati hidup mereka sendiri serta menjadi berkat bagi orang lain.

Berikut ini adalah beberapa contoh tokoh yang dituliskan dalam buku ini.

Michaelangelo (1475-1564)
Kisah dari seorang pemahat jenius yang diperintahkan Paus Julius 2 untuk mendekor dan melukis langit-langit dari kapel Sistine. Kapel ini adalah tempat rapat dari pimpinan-pimpinan gereja sedunia serta tempat pemilihan Paus. Luas dari langit-langit ini hampir mencapai 2000 meter persegi, hampir seluas lapangan sepakbola! Awalnya dia memanggil teman-teman pelukis untuk membantunya, tapi ternyata hasilnya tidak seperti yang diharapkan maka dia membubarkan pelukis lainnya, ia membuat kembali gambarnya. Dia melalui berbagai kesulitan, seperti lupa dibayar oleh Paus, dia sakit-sakitan, terganggu oleh jamur dan kelembaban di kapel bahkan hingga tubuhnya “membusuk”, belum lagi dia harus melukis di langit-langit setinggi 20 meter yang berbentuk cekung. Dia berusaha keras menciptakan yang berbaik, hingga temannya ada yang berkata, “siapa yang akan tahu apakah gambarmu itu sempurna atau tidak? Begitu tinggi gambar itu di langit-langit.” Lalu Michaelangelo menjawab, “Saya yang akan tahu itu sempurna atau tidak!” Ia akhirnya menyelesaikan karyanya yang sangat terkenal itu dan menuliskan, “saya menderita lebih dari semua orang yang pernah hidup… dan dengan sangat lelah, tetapi saya mempunyai kesabaran untuk sampai pada tujuan yang diinginkan.”
Prinsipnya adalah “Para pengubah dunia tekun dalam mengejar kesempurnaan,”

Fanny Crosby
Saat berusia 6 minggu dia kehilangan penglihatan karena salah pengobatan, tapi dia tidak pernah menyuarakan kepahitan karena kebutaannya. Dia yakin bahwa Tuhan menguduskan dia dengan cara itu. Dalam satu kejadian bahkan dia mengatakan, “kalau saya diberi kesempatan lahir sekali lagi maka saya memilih tetap buta…karena ketika ke surga yang pertama kali kulihat adalah Dia yang mati bagiku.”
Dalam kebutaannya dia menulis lebih dari 8000 lagu. Dia seringkali menulis liriknya dulu atau mendengarkan nada lalu ciptakan lirik, seperti suatu kali dimainkan lagu dari seorang istri pendeta. Lalu dia berlutut dan berdoa sambil mendengarkan nada lagu itu dimainkan sebanyak tiga kali. Lalu dia mengatakan lirik lagu yang didapatkan dalam doa dan perenungannya, “Blessed assurance Jesus is mine. What a foretaste of glory divine” atau dalam bahasa Indonesia, “Jaminan mulia ku diberi…”. Selain itu dia juga menciptakan banyak lagu lagi yang masih dikenal hingga saat ini seperti lagu To God be the Glory (Mulia bagi Allah).
Prinsipnya adalah “para pengubah dunia fokus pada berbagai macam kemungkinan bukan pada keterbatasan.”

C.S. Lewis (1898-1963)
Pernah bertugas militer saat muda, dia terluka dan akhirnya pulang dan menyelesaikan kuliahnya. Dia akhirnya menjadi professor sastra di Oxford dan Cambridge. Sebagai pemuda Lewis menganggap dirinya seorang ateis (tidak percaya ada Tuhan). Pada usia 28 tahun di perpustakaan dia bercakap-cakap dengan Thomas Weldon yang mengarahkannya pada pencarian dan pergumulan rohani yang berlangsung selama 3 tahun. Pada akhirnya Lewis menulis, “Saya menyerah dan mengakui bahwa Tuhan adalah Tuhan dan berlutut serta berdoa. Mungkin malam itu adalah pertobatan paling tidak menyenangkan di Inggris.” Beberapa bulan kemudian dia berkata bahwa, “Saya telah melewati dari percaya Tuhan kepada percaya pada Kristus dan kekristenan.” Kemudian dia beribadah dan berkhotbah bahkan disiarkan secara nasional di Inggris.
Ia dikenal sebagai seorang tokoh yang tidak membuang logika dan pikiran dari iman, melainkan merajutnya bersama-sama. Ia mau mengakui bahwa pikiran dan filsfatnya dulu salah ketika dihadapkan kepada perenungan akan Tuhan dan ajaran-ajaran Kristen. Dan dia rela bertobat dari kesalahannya.
Prinsipnya adalah “ Para pengubah dunia memiliki kerendahan hati untuk mengakui kesalahan dan bersedia untuk berubah! “

Jadi buku ini sangat baik bagi setiap orang yang rindu bacaan yang bermutu bagi hidup tapi tidak terlalu berat. Karena para pembaca dapat membaca 1-2 kisah saja setiap hari, namun akan mendapatkan kekuatan serta berkat melalui kisah-kisah itu serta mendapatkan prinsip yang dapat menjadi pegangan dalam hidup. Buku ini juga sangat baik bagi para pembicara (pengkhotbah, motivator) sehingga memiliki contoh hidup dari orang-orang yang menjadi berkat bagi dunia, yang menjadi pengubah dunia.

Wednesday, March 27, 2013

Teologi Kucing dan Anjing 1

Judul: Teologi Kucing dan Anjing: Mengintrospeksi hubungan kita dengan Allah
Penulis: Bob Sjogren dan Gerald Robison
Penerbit: UnveilinGLORY Indonesia
Cetakan: Cetakan V, September 2008
(Dapat dibeli di Toko Buku Gamaliel GMIM Kristus Manado)

Bukan bermaksud mendiskreditkan salah satu binatang, tapi dari tingkah sehari-hari binatang ini muncul suatu perumpamaan yang menggambarkan kehidupan rohani orang Kristen.
Kisah sikap anjing dan kucing dalam hal menyambut tuan, mau keluar rumah menjadi suatu perbedaan. Anjing menyambut tuannya, kucing cuek. Anjing suka dekat tuannya, kucing sibuk dengan urusannya sendiri. 
Nampaknya anjing memiliki majikan, tapi kucing justru memiliki pelayan. Ciri-ciri anjing adalah setia dan suka melayani, sedangkan ciri-ciri kucing mandiri dan angkuh (mungkin mirip Garfield)
Ada lelucon, seekor anjing berkata, “Engkau mengelu-elusku, engkau memberiku makan, engkau melindungiku, engkau mengasihiku, engkau pasti Allah.” Kalau kucing mengatakan, “Engkau mengelu-elusku, engkau memberiku makan, engkau melindungiku, engkau mengasihiku, aku pasti Allah.”
Ini menggambarkan teologi Kristen yang dipahami saat ini. Banyak seperti kucing bahwa segala sesuatu adalah tentang kita, tentang saya.
Dalam kehidupan orang percaya, tipe anjing dan kucing sama-sama beraktifitas “rohani” seperti doa, ibadah, saat teduh, tapi beda motifasi.
Kristen tipe Kucing juga ingin masuk surga tp mengindari neraka, untuk kenyamanannya, hanya sekilas peduli Kristus. Kristus hanya jadi asuransi neraka, tidak ada sukacita bersama Yesus.
Tipe Anjing juga ingin masuk surga, bersedia “menjual segalanya demi kerajaan surga” alias karena terpesona dengan Tuhan Yesus sehingga rindu berjumpa di surga.
Dalam hal jaminan keselamatan, Kristen tipe kucing meyakini keselamatannya lewat pengalaman atau ucapan iman kepercayaan; sedangkan yang tipe anjing lewat kenyataan hidup dia semakin rindu Tuhan. Yang satu NATO (no action talk only) atau Omdo (omong doang) sedangkan yang satu hidup menunjukkan hidup yang sudah diselamatkan.
Dalam doa, tipe kucing berdoa secara egois untuk diri/gereja sendiri/kelompok sendiri.  Sedangkan tipe anjing berdoa untuk melayani orang lain dan peka kehendak Tuhan.
Dalam penyembahan; tipe kucing memanjatkan lagu-lagu yang menyembah Tuhan karena telah melakukan sesuatu untuk aku. Sedangkan tipe anjing memuji Tuhan bagi Tuhan sendiri dan karena kemuliaanNya.
Dalam Ketuhanan; bagi tipe kucing Tuhan adalah Tuhan selama berfungsi/berguna, jika sudah mengganggu/menuntut maka bukan lagi Tuhan. Bagi tipe anjing Tuhan adalah Tuhan kapan saja dan dimana saja. Tuhan berhak untuk menuntut dan mendidik mereka begitulah sikap Kristen tipe anjing.
Dan banyak lagi….
Teologi tipe kucing tidak salah tapi tidak lengkap. misalkan pemikiran, "Diselamatkan dari neraka" (tidak lengkap). Seharusnya diselamatkan dari neraka untuk hidup bagi Allah, nah ini lengkap.
Tipe anjing bukan fokus pada diri tapi pada Allah, mengutamakan kemuliaan Allah. Allah pada dirinya sendiri yang mulia, yang indah, yang baik dan yang kudus.
Kristen tipe anjing hidup untuk memulikan dan menyembah Tuhan, untuk menyerahkan diri dituntun dan dibentuk oleh TUAN-nya, sadar bahwa hidup bersama Tuannya dalam suka atau duka, sehat atau senang, kaya atau miskin adalah hal yang berbaik.

Thursday, March 7, 2013

Intervensi Adikodrati: Sembilan kisah nyata mukjizat



Judul: Intervensi Adikodrati: Sembilan kisah nyata mukjizat
Editor: Sid Roth dan Linda Josef
Penerbit: Waskita Publishing, Jakarta, 2011

Ada beberapa pengajaran bahwa mujizat-mujizat dalam Alkitab, terutama dalam PB, adalah hal-hal yang telah berhenti pada zaman rasul-rasul. Saat ini, kisah-kisah mujizat dalam Injil itu hanyalah menyampaikan kebenaran-kebenaran rohani, bukan jasmaniah lagi. Ada juga ketakutan bahwa mujizat-mujizat yang ada berasal dari iblis sehingga mendatangkan penyesatan. Sebagian lagi menyatakan bahwa Allah bekerja melalui medis (dokter dan obat-obatan).

Buku ini menantang pikiran dan pengajaran di atas. Mencoba untuk memaparkan pengertian dan kesaksian bahwa Allah masih bekerja dalam mujizat kesembuhan bagi umatNya pada masa kini. Editor buku ini sendiri adalah seorang Yahudi yang kemudian percaya kepada messiah Yeshua/Yesus  dan menaruh perhatian tentang mujizat kesembuhan yang dilihat dan dialami istrinya. Menurutnya Allah melalui Yesus Kristus telah menanggung dosa, kutuk dan penyakit dari manusia, sehingga manusia dapat dibebaskan dari sakit penyakit. Bahkan kuasa penyembuhan ini juga adalah cara untuk mengabarkan injil keselamatan bagi orang lain.

Sebelum saya beranjak lebih jauh, saya akan menyampaikan alasan kenapa buku ini diresensi. Penerbit buku ini dalam pantauan kami menerbitkan buku-buku yang sebenarnya bersifat teologis dan teologi yang bersifat non-kharismatik/pantekostal. Justru itu kemunculan buku ini menarik minat untuk diselidiki, mengapa buku ini muncul dengan karakter yang sangat berbeda dari buku-buku terbitan yang lain.

Ada 9 kisah kesaksian insan manusia yang dituliskan di dalam buku ini, dari berbagai macam penyakit dan latar belakang. Ada yang ketakutan, ada yang kutuk keturunan (emosional, narkoba), ada yang cacat, ada yang tulang rapuh, ada yang bayi tidak sempurna otaknya. Nah menurut buku ini penyakit-penyakit berasal dari iblis dan iblis memberikan penyakit untuk menghancurkan sukacita dan damai sejahtera umat manusia.

Ringkasan dari prinsip dari mujizat penyembuhan menurut buku ini adalah
1.       Allah menginginkan umatnya sehat. Dan Yesus Kristus adalah penyelamat yang menanggung baik dosa dan sakit kita. Yesus menyembuhkan roh dan tubuh kita.
2.       Hadirat Allah dan hubungan dengan Allah lewat doa dan penyembahan adalah lebih penting dari kesembuhan/mujizat yang dicari.
3.       Mujizat dan penyembuhan adalah dua hal yang berbeda. Mujizat adalah suatu penyembuhan yang instant dan penyembuhan adalah suatu mukjizat yang bertahap (hal 18). Jadi proses penyembuhan telah dan terus terjadi tatkala kita percaya, akan sempurna pada waktunya nanti.
4.       Kepercayaan (iman) yang diikuti ketekunan adalah hal yang kunci dalam membuka kuasa penyembuhan dari Allah.
5.       Percaya bahwa Firman Allah adalah kebenaran yang kekal. Ucapkan dan ulang terus menerus dalam pujian, doa dan penyembahan. Meditasikan dengan mengucapkan dengan suara kuat.
6.       Jagalah hati anda. Isilah dan pikirkan hal-hal yang benar, mulia, adil, suci, manis didengar, kebajikan dan patut dipuji. Berikan pengampunan yang tulus dari hati anda.
7.       Tekun dan tidak pernah menyerah! Dikatakan, “pelayanan penyembuhan bukan seperti aturan di mana tiga kali anda salah pukul anda keluar. Anda hanya akan keluar jika anda menyerah. Tetap lakukan sampai anda melihat penyembuhan terwujud. Iman alkitabiah sejati tidak pernah menyerah.”
8.       Iblis akan terus menyerang iman kita, baik dengan kesakitan, atau dengan kata-kata yang melemahkan iman. Tapi kita tidak boleh kalah dan menyerah terhadap serangan iblis. Terus lawan dengan firman Tuhan dan doa sampai dia lari dari kita.

Ada beberapa hal yang prinsip/mendasar yang tidak sependapat dengan pemahaman peresensi, seperti
-Dari mana asal penyakit? Apakah benar setan sebagai satu-satunya penyebab penyakit, ataukah  sebenarnya penyakit itu juga bisa berasal dari kondisi alamiah (virus, bakteri).
-Yang Allah buat untuk satu dia buat untuk semua. (hal.82). Tapi mengapa di Alkitab kita melihat ada perbedaan? Misalkan Petrus dibebaskan dari penjara, sementara Yakobus dipenggal Herodes.
-Kesaksian dari salah satu kontributor tentang perjamuan kudus sebagai sarana untuk sembuh. Menurut hemat peresensi hal utama perjamuan kudus adalah “sebagai peringatan akan Aku”.

Namun beberapa kesaksian juga memuat kesamaan dengan prinsip dari pengajaran yang “Kristen injili” (Christian Evangelical Church) seperti
-          Dalam mencari kesembuhan yang paling penting dan utama adalah mencari Allah, menjalin relasi yang intim dan menyembah-Nya. Sang penyembuh lebih penting dari kesembuhan.
-          Kita tidak berkuasa untuk mengubah diri/menyembuhkan diri, jadi kita bergantung penuh pada dia untuk mengubah dan menyembuhkan kita.
-          Fakta medis adalah hal yang layak diterima, pengobatan medis adalah hal yang digunakan Allah untuk menyembahkan. Tapi fakta medis bukanlah penentu nasib kita, dan pengobatan medis bukanlah satu-satunya cara Allah menyembuhkan dan memulihkan. Fakta medis diterima, tapi fakta medis juga tidak dapat mengalahkan Firman Tuhan yang supranatural/adikodrati.
-          Kehidupan yang sudah disembuhkan Allah harusnya menjadi kehidupan yang bersaksi tentang Kristus dan melayani orang lain.

Kesimpulan:
-          Buku ini memang belum menjadi jalan tengah bagi pengajaran “kharismatik” dengan “protestan”, bisa menimbulkan kontroversi. Tapi bagi yang sudah matang iman dapat menemukan kebenaran-kebenaran yang penting disana.
-          Peresensi sendiri memiliki pandangan “untuk tidak berhenti berjuang hingga Tuhan yang memutuskan.” Manusia berjuang dan berdoa, tapi keputusan akhir ada pada Tuhan. Kewajiban rohani kita adalah “percaya dan bermohon” terus menerus kepada-Nya, keputusan akhir adalah hak dari Allah.

Friday, February 22, 2013

Dengan mata menatap ke Yesus


Judul: Dengan mata menatap ke Yesus
Penulis: Eka Darmaputera
Penerbit: BPK Gunung Mulia

Pdt. Eka darmaputera adalah seorang pendeta yang sangat terkenal dalam dunia kekristenan di Indonesia. Dia terus melayani Tuhan hingga akhir hayatnya pada tahun 2005 pada umur 62 tahun karena sakit kanker hati. Ini adalah salah satu dari beberapa buku kumpulan khotbah Pdt. Eka.

Dalam bukunya ini ada 23 khotbah dari pendeta Eka.
Dalam khotbah “hati baru” dia mengajak kita untuk merenungkan tentang kata perjanjian dalam perjanjian lama dan perjanjian baru. Apa maksudnya perjanjian ini? Ini menunjukkan hubungan antara Tuhan dan manusia sebagai hubungan yang terikat perjanjian “covenantal relationship. Artinya ini adalah perjanjian yang kudus. Dalam Yer 31:31 dikatakan bahwa Allah akan menjadi Allah mereka yang menunjukkan bahwa Tuhan mengikatkan diri kepada manusia untuk menjadi Tuhan, Allah, pelindung mereka. Dan kamu akan menjadi umatku. Ini juga tidak berarti bahwa jika kita layak maka Allah baru menjadi Allah kita. Perjanjian ini dimulai oleh Allah dan kita menjadi umatNya karena Dia yang memulai perjanjian itu. Namun jika kita tidak bersikap sebagai umatNya maka perjanjian itu menjadi batal. Namun jika kita menerima anugerah perjanjian ini maka kita akan diberikan hati baru.

Dalam khotbah mengenali kehendak Tuhan penulis menegaskan pentingnya kita untuk menggumuli atau mencari kehendak Tuhan. Kehendak Tuhan jarang datang tiba-tiba dan mengatakan ya atau tidak untuk hal yang akan kita putuskan.
Berdasarkan kisah dari Eliezer hamba Abraham di Kejadian 24 dia menggali bahwa pertama untuk mengetahui kehendak Tuhan maka kita harus tahu kehendak Tuhan yang umum, yang prinsip, yang pokok, yang berlaku di mana saja dan kapan saja.
Kemudian yang kedua adalah mengenali apa yang tidak dia kehendaki. (misal korupsi dll)
Ketiga adalah menggunakan akal dan rasio. Cari yang paling benar, paling baik, paling menyejahterakan jiwa dan paling menjanjikan masa depan yang penuh harapan.
Yang keempat adalah akal manusia ada batasnya jadi perlu untuk selalu berdoa , meminta petunjukNya.

Ada juga khotbah “Tuhan atas pernikahan” , “Mars dan venus”,  “bergandengan tangan menyongsong masa depan” dan “Tak terceraikan” yang pas untuk kondisi pernikahan saat ini dan menjadi gejala di daerah ini.

Dalam khotbah yang terakhir dalam buku ini pendeta Eka menunjukkan bahwa bencana adalah sesuatu yang melanda siapa saja, tanpa memandang agama, ras, status sosial. Oleh sebab itu dalam menghadapi  bencana jangan memandang perbedaan yang ada. Dalam menghadapi  bencana yang ada maka belajar dari kisah Abraham di Kejadian 12 maka dalam menghadapi dan menyelesaikan bencana jangan mencari pemecahan yang “mumpung” alias jangka pendek alias instant.  Pemecahan masalah harus selalu memikirkan jangka panjang bahkan hingga konsekuensinya nanti di surga. Pemecahan masalah juga tidak boleh hanya mementingkan “aku” alias egois. Bukankah banyak korban jatuh dalam kebakaran bukan karena api tapi karena terinjak oleh orang lain.

Buku ini adalah buku yang layak dibaca oleh jemaat untuk memampukan jemaat memiliki bimbingan yang praktis tapi alkitabiah dalam menghadapi kehidupan sehari-hari. Bahasanya tidak berat tapi pemikirannya dalam dan menyeluruh alias tidak menggampangkan masalah yang ada (tidak simplistik). Iman jemaat dapat tumbuh dengan baik tidak hanya dalam pikiran tapi juga dalam tindakan.

Friday, February 15, 2013

Crazy Love bagian 2



Judul : Crazy Love
Penulis: Francis Chan
Penerbit: David C. Cook USA

Dalam bagian setengah kebelakang dari bukunya, Franchis Chan semakin tajam dalam menyampaikan pesannya.
Berdasarkan crazy love maka Chan menyatakan bahwa seharusnya orang Kristen selalu memandang kehidupan yang terbaik itu bukan di dunia ini, tapi di dunia yang akan datang, di kerajaan Allah. Oleh sebab itu dia secara lebih tajam mengajak pembaca untuk mengoreksi gaya hidup yang lebih mengutamakan kekayaan dunia ini. Kekayaan dunia ini seharusnya dipakai untuk menolong orang lain atau orang lain yang membutuhkan. Dia mendampakan seperti firman Tuhan, “yang mengumpulkan lebih tidak kelebihan, yang mengumpulkan sedikit tidak kekurangan”.
Beberapa contoh ekstrim diberikan seperti “life to the median” yaitu gerakan untuk hidup dengan penghasilan rata-rata masyarakat, kalau dapat lebih maka disumbangkan. Lalu ada juga kisah orang yang saat keuangan mulai berkurang malah memberikan persembahan lebih besar, sebelumnya 20% untuk persembahan, setelah mengalami kesulitan keuangan malah memberikan 30%.

Penulis kemudian membawa lebih dalam lagi, tatkala orang Kristen mengerti crazy love Tuhan maka seharusnya dia terobsesi dengan cinta Allah. Ciri-ciri orang yang terobsesi oleh Tuhan menurut penulis adalah:
-          Pengasih (Lovers)
-          Berani mengambil resiko
-          Berteman dengan orang miskin dan susah
-          Sering dikira gila karena mengikuti perintah Allah daripada mengikuti kebiasaan duniawi
-          Rendah hati, mewaspadai dosa kesombongan
-          Suka pelayanan bukan karena tugas tapi karena cinta Tuhan
-          Suka member
-          Sabar hidup di dunia sebagai pendatang dan selalu rindu ke rumah Allah.
-          Selalu terpesona akan Tuhan
-          Transparan terhadap Allah
-          Memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan
-          Memiliki sukacita dari dalam diri, tidak tergantung keadaan
-          Selalu bersyukur

Semua yang dia tulis kadang-kadang lebih seperti sesuatu yang tidak mungkin. Maka kemudian dia menuliskan beberapa tokoh yang menghidupi cinta kepada Tuhan dengan sepenuh hati.  Contoh terakhir adalah jemaatnya yang mengurungkan niat untuk membangun gedung gereja baru dan memilih mendirikan aula terbuka untuk ibadah sehingga mereka dapat menghemat biaya sebesar 20 juta dollar (200 miyar rupiah) bagi orang lain yang membutuhkan. Dituliskan bahwa, “akan ada waktu dimana tidak menyenangkan/tidak nyaman untuk beribadah di aula terbuka, tapi akan ada sukacita bahwa kami duduk di aula yang dingin agar orang lain yang susah mendapatkan kehangatan melalui selimut yang kami berikan.”

Jadi buku ini mengajak kita untuk merenungkan hidup kekristenan kita. Apakah kita sama seperti orang-orang lain atau kita berbeda dalam Kristus. Apakah ada perbedaan waktu kita beriman atau tidak. Crazy love Tuhan juga seharusnya merasuk dalam kita menurut penulis. Jika Tuhan tidak hutang apa-apa tapi rela menanggung dosa dan menyelamatkan manusia maka itu cracy love. Apakah kita juga crazy love, tatkala ada orang yang susah dan kita tidak ada urusan dengan dia apa sikap kita? Jika kita mau mempedulikan dan menolong dia maka itulah crazy love.

rsksarebu.blogspot.com